
Film karya Ratna Sarumpaet yang bertemakan social commentary atas human trafficking ini menampakkan sisi humanis seorang pelacur, bernama Jamila(Atiqah Hasiholan), yang didakwa hukuman mati karena melakukan pembunuhan kepada seorang menteri(yang tidak jelas disebutkan menteri apa), bernama Nurdin(Adjie Pangestu).
Ratna Sarumpaet memaparkan kisah Jamila, sebagai seorang wanita yang memang- sudah-ditakdirkan-menjadi-seorang-pelacur dengan sense kemanusiaan yang dalam, dikemas dalam berbagai ungkapan dan kiasan puitis dalam dialognya yang membuat penonton seakan-akan menyaksikan aksi panggung teater.

Atiqah Hasiholan amat luar biasa dalam menjiwai Jamila. Bahkan dapat disetarakan dengan artis senior Christine Hakim yang turut berperan sebagai kepala sipir penjara. Beberapa aktor&aktris lain turut mendukung film ini, Ria Irawan, Ade Irawan, Dwi Sasono, Surya Saputra, Fauzi Baadillah, serta Melissa Karim.

Satu kata, Luar biasa. Film ini dapat membuat saya melupakan kekesalan saya setelah 2 kali menonton "Knowing" yang penuh effect dan huge gaps in logic, arrrgh
"Saya sudah lama mati, sejak di rahim ibu saya sudah mati. Esok hanya kematian yang resmi, untuk memuaskan orang-orang diluar sana"
"Ikhlaskan saya"
-Jamila binti Yahya
9 comments:
woww.. jadi pengen nonton :D
loh ini dibikin pas nasrudin beneran udah dibunuh apa belom sih?
@ anaraa:)
Iya, filmnya bagus bgt... Perasaan penonton turun naik selama penayangannya. Kadang sedih kadang geram.
@Torik
oh my gw salah nulis, harusnya Nurdin. Tapi beda" tipis gpp khan??
lo nonton di bioskop ato punya dvdnya? kalo punya, gue mo pinjem. hehehehehe..
Wah, gw nonton di bioskop...
dan sungguh menyedihkan film yang luar biasa ini sedikit sekali yang tertarik untuk menontonnya.
Kelihatannya mereka(penonton) lebih tertarik menonton genre-genre yang lebih menjual....
ooo, iya.. mungkin karna selama ini film indonesia kebanyakan gaje (cth: film-film horror), jadi mungkin byk org yg apriori sama film-film indonesia. padahal ga semua film indonesia gaje..
songko ini adalah film indonesia pertama yang bikin gw pengen nangis kalo gw nonton sendiri gw nangis terharu kali haha.
menurut gw ini sebagai film kurang bagus. Temanya dan pesannya menarik, tapi kayaknya lebih cocok jadi drama teater daripada film. Actingnya kayak gitu rasanya. Terus, castingnya juga kurang real jadinya.
mmm...
klo menurut gw bagus
mungkin selama ini di Indonesia jarang film yang seperti ini,
klo di hollywood dari era classic banyak yang udah mengusung theatrical style kyk "All About Eve", "Sunset Boulevard", dll
Poskan Komentar