"Keep it simple. Make a blank face and the music and the story will fill in it"
- Ingrid Bergman

18/12/11

Re(solusi)?

Sebentar lagi, kurang dari sebulan, kita akan menyambut Natal 2011 dan Tahun Baru 2012.

Tak terasa sudah 3 tahun lebih saya menulis di blog ini, mulai dari kisah-kisah sepersekolahan SMA --hingga --kini saya sudah gede, berada di tahun kedua dunia perkuliahan, tepatnya di jurusan idaman saya sedari TPB, Planologi atau Urban and Regional Planning, di kampus Ganesha tercinta Institut Teknologi Bandung.
Agak normatif ya? wheuwhe :p

Well balik lagi ke perihal tahun baru tadi, tentunya semua orang memiliki resolusi akhir tahun yang (mungkin saja) sudah mereka pikirkan sedari awal Desember. Resolusi akhir tahun dapat berupa perihal apapun yang ingin mereka lakukan/capai di sepanjang tahun berikutnya, dengan mengevaluasi berbagai kelemahan di tahun sebelumnya. Contoh resolusi akhir tahun pada kaum ibu-ibu seperti mengurangi berat badan, mengurangi belanja yang tak perlu. Pada kaum bapak-bapak seperti mengurangi rokok, memperbanyak olah-raga. Ataupun pada kaum remaja labil seperti mengurangi foya-foye, jalan-jalan ga penting, gossip dan hal-hal labil lainnya.

Ironisnya banyak dari resolusi akhir tahun yang berakhir hanya sebagai wacana saja, sepanjang tahun berikutnya si ibu makin gendut, si bapak rokoknya 10 bungkus perhari, dan si anak labil bokek mulu :p
Walaupun begitu, bagi saya secara personal resolusi akhir tahun merupakan bentuk dari pembelajaran diri mengenai self-planning and management. Terlepas dari resolusi-resolusi tersebut akan terealisasi atau tidak, proses pembuatannya menurut saya merupakan bentuk pembelajaran bagi kita semua:
Sebelum kita me-manage orang lain, alangkah baiknya kita dapat me-manage diri kita sendiri terlebih dahulu.

Sudahkah anda menyusun resolusi akhir tahun? :)

2 comments:

Rasmita Yulia Mutiarasari mengatakan...

haloooo super songkoooooo hohohohoho

Adryan Sasongko mengatakan...

haloo miit! hehe mampir nih ^^